Jumat, 15 Mei 2020

Aku dan Muridku

Akhirnya kubuka kembali blogku,  kucoba lagi untuk menuangkan tulisan. walaupun sebenarnya banyak sekali yang akan aku tuliskan namun belum punya keberanian yang banyak untuk memulai dan manajemen waktu yang belum baik seperti Om Jay yang sudah terbiasa menuangkan tulisan setiap harinya. Hidup ini bagaikan tanpa tulisan selalu  ada saja yang akan ditulisnya mengalir seperti air, Masya Allah luar biasa. Aku berharap dengan beradanya aku dalam komunitas ini akan membuat aku semakin terpacu dan berani menulis apa saja tanpa takut salah di blog ini. terimakasih ya Om Jay, Bu Capri dan teman teman semua. semakin aku melihat dan membaca tulisan tulisan teman teman semakin mendidih darah aku dan berusaha berani coba untuk memulai menulis seperti kalian semua.

Kali aku akan menulis tentang pengalamanku,  keberadaanku di komunitas ini membuat aku banyak baca blog teman-teman semua, tulisannya bagus-bagus semakin takut rasanya aku menulis,  takut tulisanku tidak bermutu seperti kutu dan tak berbobot seperti bolot namun akhirnya aku hilangkan perasaan itu, tidak mudah memang untuk menghilangkan perasaan ini, tapi aku merasa harus bisa dan berani agar dapat memberikan yang terbaik untuk murid-muridku nanti karena aku akan menggunakan blog ini sebagai media pembelajaran yang bermanfaat.

Tterpikir olehku untuk menuliskan sebuah pengalaman mengajar selama ini. Aku sudah begitu lama mengajar di sebuah TK, dimana separuh hidupku sudah kuhabiskan disana. Ini adalah salah satu pengalamnku, sudah banyak aku mendengar kabar tentang murid-muridku bahwa si fulan sudah menikah dengan si fulanah dan ada juga yang mengundang untuk menghadiri pernikahannya bahkan aku juga mendengar kabar kesuksesan-kesuksesannya, guru mana yang tidak bahagia dan bangga mendengar dan melihat itu semua. tak terasa air mataku mengalir saat kutuliskan ini, semakin aku ingin menuliskan dan menuliskannya terus seperti ingin meng undo peristiwa tersebut. Yang terbayang dibenakku adalah kenangan ketika bersamanya dalam kelas apa yang dilakukannya apa kebiasannya. Dulu masih kecil sekarang sudah jadi orang yang sukses ya kira kira 20 tahun yang lalu meraka masih di TK ini. masih bermain, belajar menangis tertawa baik suka maupun duka bermula disini  yah disinilah terjadinya pertama sosialisasi mereka dengan lingkungan diluar selain keluarga..

Aku mengajar di kelas A usia 4-5 tahun dimana pada usia ini banyak anak anak yang baru belajar bersekolah dan bersosialisasi dengan orang di luar rumahnya dan ini merupakan pengalaman pertama meraka, maka wajar jika meraka menangis saat berpisah dengan orang tuanya nah disinilah peran guru TK dimulai, aku mulai membujuknya untuk mau bergabung dan percaya kepadaku. aku berusaha untuk membangun kepercayaan kepadanya berbagai upaya kulakukan kepadanya dengan memberikan hadiah, bercerita atau mendongeng, menggendongnya, mengajaknya bermain pokoknya anak itu percaya dan akhirnya setujuikut denganku

Anak itu fitrahnya suci dia tidak bisa direkayasa, hatinya masih bersih bagai mutiara sehingga guru yang ikhlas dan penuh tanggung jawabpun akan mudah untuk menaklukannya karena tidak ada paksaan tetapi adanya kepercayaan yang luar biasa dari anak terhadap guru yang baru ditemuinya. Suatu ketka kutemui seorang anak yang sangat sulit sekali untuk berpisah dengan orang tuanya bermingu minggu bahkan berbulan bulan hal ini terjadi ternyata kedekatan orangtua dengan anak sangat kuat. sehingga membuat anak belum percaya dengan gurunya. Hal ini tentu sangat kurang baik untuk pembelajaran di sekolah,  jadi dibutuhkan kerjasama antara orang tua dan guru dlam hal ini. 

Akhirnya kamipun memanggil ayah bundanya untuk berdiskusi tentang perkembangan ananda, setelah panjang lebar kami berbicara, ternyata benang merah dapat kami ambil bahwa bunda masih sangat berat melepaskan ananda ke sekolah dikarenakan ananda adalah putra satu satunya dan memang membutuhkan perjuangan yang sangat luar biasa dengan berbagai ujian yang membuat akupun  menangis mendengar ceritanya bahkan tidak kuat  dan Allah telah memilihnya sebaik orang yang kuat untuk mendampingi ananda. Apalagi diusia ayah dan bunda yang tidak muda lagi. Akhirnya kamipun mencari jalan keluar dengan memberikan beberapa solusi agar bunda tetap bisa melihat perkembangan ananda tiap detiknya  sehingga bunda percaya bahwa ananada akan baik-baik saja Insya Allah. 

Adapun solusi yang pertama adalah bunda harus percaya dan ikhlas bahwa anada aman ada dalam pengawasan guru. Yang kedua bunda mengikuti aturan berdasrkan kesepakatan yang sudah dibuat bersama. Yang ketiga bunda ikut brperan aktif dalam kepengurusan Korlas sehingga mengetahui perkembangan kelas sehingga secara tidak langsung dapat melihat perkembangan ananda. Alahmdulillah dengan kesepakatan ini hati bunda mulai mencair  dan mulai belajar untuk pecaya dengan bu guru di kelas ananda. Dan betul saja dengan kepercayaan dan keikhlasn bunda membuat ananda lebih mandiri dan keluar semua potensi dan bakat-bakatnya yang selama ini tersimpan, Alhamdulillah. Demilkianlah salah satu kisah pengalamanku di tempat mengajar tercinta semoga bermanfaat.



4 komentar:

  1. bunda harus percaya dan ikhlas bahwa anada aman ada dalam pengawasan guru. Yang kedua bunda mengikuti aturan berdasrkan kesepakatan yang sudah dibuat bersama. Yang ketiga bunda ikut brperan aktif dalam kepengurusan Korlas sehingga mengetahui perkembangan kelas sehingga secara tidak langsung dapat melihat perkembangan ananda. super sekali bunda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah jazakallah Khair om Jay motivasinya. Seneng banget. Semoga semangat om Jay menular kepada saya dan menulis menjadi sebuah kebutuhan aamiin

      Hapus
  2. Ya buk.... mari kita sama-sama kita belajar semoga menghasilkan tulisan yg bisa berguna untuk semua orang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah jazakillah Khair bunda atas semangat kolektifnya semoga tulisan-tulisan kita menjadi sarana kebaikan yang dapat diambil manfaatnya aamiin. Mari kita maju bersama

      Hapus